Jumat, 21 Desember 2012
Saat-saat masa di mana sudah tidak ada kuliah lagi alias libur, ana berencana pergi ke tempat teman seperjuangan sewaktu SMA di Jatinangor. Hari itu adalah hari jumat. Ana berangkat dari kontrakan pada pukul 06.00 wib pagi. Karena ana belum sempat buat sarapan sendiri, maka ana beli di warteg terdekat, Cuma 4 ribu loh, maklum makannya nasi sama sayur dan mie doang.

Setelah perut terisi, semangat pulih kembali, barulah dengan rasa percaya diri berjalan ke halte busway terdekat dengan membawa tas yang berat sekali. Perjalanan berlangsung mujur, sesampai di busway, ana naik busway jurusan kampong rambutan, nah di sanalah ana mencari bus jurusan sumedang, sempat heran sih bagaimana mekanisme pembayarannya, tapi ya sudahlah maju terus pantang mundur..
Ana masuk ke dalam gapura yang bertuliskan ‘BUS ANTAR KOTA’, sebelum masuk, eitss petugasnya mintak uang masuknya deh,, hihihi… petugas itu ternyata baik, dia yang menunjukkan ana busnya yang jurusan sumedang, dapatlah bus Medal Sekarwangi. Di dalam bus, ternyata banyak sekali pedagang-pedagang masuk, mulai dari inilah, itulah, semuanya ada. Bahkan karena tidak sadar, ana pun membeli barang-barang tersebut..
Di pertengahan jalan, ana sempat bertanya-tanya ke orang sebelah yang entah siapa itu tak tahu. Nanya mulai mekanisme pembayarannya gimana, harganya berapa, dan lain-lain… nah setelah itu datanglah petugas yang menjual tiket…
Bus pun berjalan dengan langgengnya. Setelah sampai di padelarang, teman ana yang sedang menunggu ana SMS, ‘akh, uda sampai mana?? 10 menit lagi uda adzan di sini, kira-kira akhi bisa dapat sholat jum’at nggak??’ Begitulah katanya. Membaca SMS tersebut, ana langsung terkejut, Astaghfirullah,, 10 menit lagi? Ini aja baru jalan 7 menit dari padelarang, kira-kira 10 menit lagi sampai tidak y?? begitulah kata ana.
Touring ke Bandung

Ana berpikir kalau misalkan ana keluar dari bus ini saat pemberhentian selanjutnya, dan setelah itu mencari mesjid, mungkin itu berhasil, tapi mungkin juga itu tidak berhasil, karena dalam perjalanan ana, ana jarang melihat mesjid terdekat dari dalam bus. Sedangkan uang ana hanya pas-pasan. Kemudian ana berdoa, “ Ya Allah, bagaimana ini Ya Allah, apa yang harus ana lakukan, Janganlah biarkan Hamba-Mu ini tersesat dalam kebingungan, tersesat dalam kelalaian, dan tersesat dalam kemaksiatan.” Kemudian ana lihat jam tangan ana, astaghfirullah, sudah 10 menit, terus saja jiwa ana merasa bersalah, apakah ana bisa dikategorikan sebagai musafir, apakah ana sudah memenuhi persyaratan sehingga ana bisa tidak sholat jum’at tapi harus menggantinya dengan sholat dhuzur? Hal itu terus saja terjadi hingga 20 menit kemudian. Dan setelah sampai di jatinangor, ana pun langsung turun, dan tiba-tiba ana mendengar Allahu Akbar Allahu Akbar, Asyhadu alla ilaha illAllah,,



[ratings]

0 komentar:

Satu Klik sangat berguna bagi kami, Klik ya Sobat.

Judul Widget 1

Jangan Lupa ya sebelumnya klik dahulu iklan berikut

Judul Widget 2

×

and

About Me

Foto Saya
Didit Puji Hariyanto
Lihat profil lengkapku