Bab Pertama
Hadist Telaga Rasul
Cerita tentang keterasingan seorang muslim yang mengemban amanah ubudiyah penghambaan diri kepada Allah baik yang hidup pada masa awal muncul Islam maupun yang telah ditakdirkan hidup pada masa akhir zaman seperti zaman sekarang ini, merupakan kumpulan cerita orang yang tidak lepas dirundung duka dan dilanda kesedihan. Dia tidak ubahnya sebagai seorang musafir yang singgah di sebuah perkampungan, tidak ada saudara tempat untuk mengadu, tidak ada kerabat tempat minta bantu, tidak ada teman yang diajak tertawa dan bercengkrama, akan tetapi bersamaandengan keterasingan tersebut ia dapat bekerja dan berusaha dengan maksimal, sehingga ia mendapatkan keberuntungan yang ia bawa nanti di kampong halamannya yang sejati. Suatu kesedihan yang mengantarkannya kepada pantai tawakkal dan pulau keyakinan, keterasinganyang menyuruhnya untuk merenungi dan bertafakkur tentang hakikat kehidupan dan cerita kebahaggiaan.
Sifat-sifat dan ciri-ciri seorang gharib (asing) pada akhir zaman secara gamblang diterangkan oleh Rasulallah dalam banyak hadistnya, seakan-akan beliau ikut serta bersama mereka merasakan duka dan kesedihannya, ikut pula menenangkan dan menyeka air matakesedihan mereka, memberikan kepada dorongan dan spirit melaluinya untuk selalu istiqamah di alam yang telah penuh sesak dengan pembangkangan dan maksiat kepada Allah, membisikkan ke telinganya sambil memegang pundaknya. Akan tetapi tangis kesedihan itu malah makin menjadi-jadi, dadanya semakin bergemuruh, ia mencoba untuk menahannya tapi semakin ditahan semakin ia bergumam. “Bagaimana aku bisa bertahan, ya Rasulallah! Sedangkan ilmu yang ku miliki hanya satu butir di padang pasir kebodohanku, bagaimana aku bisa istiqamah, sedangkan imanku tidak pernah menghujam ke dalam lubuk hati, ia bagaikan baling-baling di atas built,…” serta banyak lagi ungkapan yang ia ungkapkan seketika itu, setelah lamaia melepaskan segala kesedihan dan kepedihannya, Nabi berdiri dan berpesan: “Sesungguhnya kamu akan dapatkan orang-orang berebut dunia, bersabarlah sampai kamu bertemu denganku di telaga”.[ratings]
Sumber :
Judul Buku : Temui Aku... di Telaga!
Penulis :Armen Halim Naro
Penerbit : Penerbit Darul Ilmi
0 komentar:
Posting Komentar