Blog Archive
Rabu, 10 Juli 2013
Sudah lama rasanya tidak berada di tengah-tengah keluarga. Merasakan indahnya kasih sayang dari mereka. Terkadang mereka membuat diri kita gelisah dan tidak karuan, tetapi juga dapat membuat diri kita tenggelam akan kerinduan. Reuni merupakan momen indah yang banyak ditunggu. Setelah sekian lama tidak berjumpa, dipisahkan oleh jarak dan rutinitas perkuliahan, kita berkeinginan untuk bertemu mereka kembali dalam suasana gembira dan penuh nostalgia.
Di saat-saat ketika kita ada di samping mereka, manfaatkanlah waktu itu dengan membuat mereka bahagia. Setiap hari dari pagi hingga petang Ayah kita banting tulang demi mencukupi kebutuhan kita. Setiap saat ibunda kita selalu memikirkan kondisi kita hingga ia tak sempat memikirkan kondisi dirinya sendiri, setiap dalam doanya ia selalu mendoakan kita, setiap tidurnya tak nyenyak karena selalu memikirkan kita. Pernahkah kita mengetahui kondisi kedua orang tua kita? atau selalu menanyakan keadaannya setiap hari?
Sadarilah bahwa sebenarnya mereka ingin menanyakan kondisi kita setiap waktu, bagaimana kondisi kita di sini, tapi mereka enggan untuk menghubungi kita karena mereka takut apa yang mereka lakukan akan mengganggu aktivitas perkuliahan kita.

Sahabatku, pergunakanlah waktu-waktu indahmu saat bertemu dengan kedua orang tuamu, janganlah membuat mereka tersinggung akan sifat-sifat burukmu. Minta maaflah kepada kedua orang tuamu, mintalah sekali lagi keridhaan kedua orang tuamu bahwa saya ingin melanjutkan pendidikan ke yang lebih tinggi. Jika orang tuamu masih ada, berikanlah kasih sayang dan perhatian lebih dari yang pernah engkau berikan selama ini. Jika orang tuamu telah tiada, ingatlah kasih sayang dan cintanya yang telah diberikannya dengan tulus ikhlas kepadamu, dan doakanlah, mohonlah kepada Allah ampunan bagi keduanya.
Di setiap usaha mu pasti ada kekuatan doa dari kedua orang tuamu. Doakanlah juga kedua orang tuamu. Sungguh Allah SWT sangat menyukai orang yang selalu berdoa penuh harap dalam meminta kepada-Nya. Dan Allah menganggap sombong orang yang tidak berdoa dan meminta kepada-Nya. Allah SWT berfirman, “Dan, Tuhanmu ber firman, ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Ku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah- Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina’.” (QS Ghafir [40]:60).
Bagi muslimin/muslimat ada satu reuni yang memiliki nilai luar biasa, yaitu kesempatan bertemu kembali dengan keluarga besar seketurunan di tempat baru yang sangat menyenangkan di akhirat kelak.
Allah berfirman dalam QS Ar-Ra'd [13]: 22-24 yang artinya "Orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik), yaitu Surga 'Adn yang mereka masuk kedalamnya bersama-sama orang yang saleh dari bapak-bapak mereka, istri-istri mereka, dan anak-cucu mereka, sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu (sambil mengucapkan), 'salaamun alaikum bimaa shabartum (keselamatan atasmu berkat kesabaranmu). 'Maka, alangkah baiknya tempat kesudahan itu".
Kebersamaan di surga tersebut tentu tidak mudah untuk dicapai, karena dalam kisah yang dijelaskan Alquran banyak keturunan/keluarga yang tidak lagi bisa bertemu di akhirat, seperti: Nabi Nuh dengan putra dan istrinya, Asiyah yang solehah dengan suaminya (Firaun), dan Nabi Luth dengan istrinya. Namun bertemunya keluarga besar di surga bukan pula sesuatu yang tidak mungkin.
[ratings]
sumber gambar :http://qousa.files.wordpress.com/2010/09/kupu_kupu_by_poogi1.jpg
Di saat-saat ketika kita ada di samping mereka, manfaatkanlah waktu itu dengan membuat mereka bahagia. Setiap hari dari pagi hingga petang Ayah kita banting tulang demi mencukupi kebutuhan kita. Setiap saat ibunda kita selalu memikirkan kondisi kita hingga ia tak sempat memikirkan kondisi dirinya sendiri, setiap dalam doanya ia selalu mendoakan kita, setiap tidurnya tak nyenyak karena selalu memikirkan kita. Pernahkah kita mengetahui kondisi kedua orang tua kita? atau selalu menanyakan keadaannya setiap hari?
Sadarilah bahwa sebenarnya mereka ingin menanyakan kondisi kita setiap waktu, bagaimana kondisi kita di sini, tapi mereka enggan untuk menghubungi kita karena mereka takut apa yang mereka lakukan akan mengganggu aktivitas perkuliahan kita.
Sahabatku, pergunakanlah waktu-waktu indahmu saat bertemu dengan kedua orang tuamu, janganlah membuat mereka tersinggung akan sifat-sifat burukmu. Minta maaflah kepada kedua orang tuamu, mintalah sekali lagi keridhaan kedua orang tuamu bahwa saya ingin melanjutkan pendidikan ke yang lebih tinggi. Jika orang tuamu masih ada, berikanlah kasih sayang dan perhatian lebih dari yang pernah engkau berikan selama ini. Jika orang tuamu telah tiada, ingatlah kasih sayang dan cintanya yang telah diberikannya dengan tulus ikhlas kepadamu, dan doakanlah, mohonlah kepada Allah ampunan bagi keduanya.
Di setiap usaha mu pasti ada kekuatan doa dari kedua orang tuamu. Doakanlah juga kedua orang tuamu. Sungguh Allah SWT sangat menyukai orang yang selalu berdoa penuh harap dalam meminta kepada-Nya. Dan Allah menganggap sombong orang yang tidak berdoa dan meminta kepada-Nya. Allah SWT berfirman, “Dan, Tuhanmu ber firman, ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Ku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah- Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina’.” (QS Ghafir [40]:60).
Bagi muslimin/muslimat ada satu reuni yang memiliki nilai luar biasa, yaitu kesempatan bertemu kembali dengan keluarga besar seketurunan di tempat baru yang sangat menyenangkan di akhirat kelak.
Allah berfirman dalam QS Ar-Ra'd [13]: 22-24 yang artinya "Orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik), yaitu Surga 'Adn yang mereka masuk kedalamnya bersama-sama orang yang saleh dari bapak-bapak mereka, istri-istri mereka, dan anak-cucu mereka, sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu (sambil mengucapkan), 'salaamun alaikum bimaa shabartum (keselamatan atasmu berkat kesabaranmu). 'Maka, alangkah baiknya tempat kesudahan itu".
Kebersamaan di surga tersebut tentu tidak mudah untuk dicapai, karena dalam kisah yang dijelaskan Alquran banyak keturunan/keluarga yang tidak lagi bisa bertemu di akhirat, seperti: Nabi Nuh dengan putra dan istrinya, Asiyah yang solehah dengan suaminya (Firaun), dan Nabi Luth dengan istrinya. Namun bertemunya keluarga besar di surga bukan pula sesuatu yang tidak mungkin.
Allah menjelaskan dalam QS. Ar-Ra'd [13] : 18-21 kita bersama keluarga besar bisa bertemu di surga 'Adn, asal dapat memenuhi delapan syarat.
1. Memenuhi seruan Allah.
2. Memenuhi janji Allah dan tidak melanggar perjanjian.
3. Menghubungkan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan. Dalam hal ini taat secara paripurna, istiqomah yang berkesinambungan, dan berjalan di atas sunnah sesuai dengan aturan-Nya dengan tidak menyimpang dan tidak berpaling.
4. Takut kepada Allah dan takut kepada siksaan yang buruk dan menyedihkan pada hari pertemuan yang menakutkan.
5. Sabar atas semua beban dalam menghadapi kenikmatan atau kesusahan, dan sabar dalam menghadapi kebodohan atau kejahilan manusia yang sering menyesakkan hati.
6. Mendirikan Shalat.
7. Menginfakkan sebagian rezeki secara sembunyi atau terang-terangan.
8. Menolak kejahatan dengan kebaikan dalam pergaulan sehari-hari.
[ratings]
sumber gambar :http://qousa.files.wordpress.com/2010/09/kupu_kupu_by_poogi1.jpg
Label:
Islam,
Pengalaman-ku
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Satu Klik sangat berguna bagi kami, Klik ya Sobat.

0 komentar:
Posting Komentar