Kamis, 09 Mei 2013
Ada dua pendekatan dalam pengumpulan suatu data, yaitu apa yang disebut dengan sensus dan survey. Sensus adalah kegiatan pengambilan data dari semua elemen/anggota dari suatu populasi. Sedangkan Survei adalah kegiatan pengambilan data dari sebagian elemen atau anggota dari suatu pupulasi.

Sehingga pada survei, elemen atau anggota yang di ambil datanya disebut dengan sampel.
Populasi merupakan keseluruhan elemen atau anggota dari suatu kumpulan yang menjadi tujuan dari suatu pengamatan atau penelitian. Sedangkan sampel, merupakan sekelompok elemen yang diambil dari suatu populasi yang menjadi tujuan penelitian.

Berikut adalah contoh 5 jenis survey yang ada di BPS :

a. SAKERNAS (Survei Angkatan Kerja Nasional)
Sakernas atau Survei Angkatan Kerja Nasional dilaksanakan BPS untuk memperoleh data ketenagakerjaan. Sakernas yang dirancang khusus untuk mengumpulkan data yang dapat menggambarkan keadaan umum ketenagakerjaan antarperiode pencacahan.

Kegiatan pengumpulan data ketenagakerjaan pertama kali dilaksanakan tahun 1976. Sampai dengan saat ini, Sakernas mengalami berbagai perubahan baik dalam periode pencacahan maupun cakupan sampel wilayah dan rumah tangga. Tahun 1986 sampai dengan 1993 Sakernas dilaksanakan secara triwulanan, tahun 1994 sampai dengan 2001 secara tahunan setiap bulan Agustus. Pada tahun 2002 sampai dengan 2004 selain secara tahunan juga dilaksanakan secara triwulanan. Sedangkan tahun 2005 sampai dengan 2010 Sakernas dilakukan secara semesteran pada bulan Februari dan Agustus.

Dengan semakin mendesaknya tuntutan data ketenagakerjaan baik variasi, kontinuitas, kemutakhiran dan peningkatkan akurasi data yang dihasilkan, maka pengumpulan data Sakernas tahun 2011 mulai dilakukan kembali secara triwulanan yaitu; bulan Februari (Triwulan I), Mei (Triwulan II), Agustus (Triwulan III), dan November (Triwulan IV) yang penyajian datanya dirancang sampai tingkat provinsi. Untuk kegiatan Sakernas pada bulan Agustus 2011 selain dengan sampel triwulanan juga terdapat sampel tambahan, dimaksudkan untuk memperoleh angka tahunan sebagai estimasi penyajian data sampai tingkat kabupaten/kota.

Secara umum, tujuan pengumpulan data melalui Sakernas Triwulanan adalah menyediakan data pokok ketenagakerjaan yang berkesinambungan setiap tahun. Secara khusus, untuk memperoleh informasi data jumlah penduduk yang bekerja, pengangguran, dan penduduk yang pernah berhenti/pindah bekerja, serta perkembangannya di tingkat kabupaten/ kota, provinsi maupun nasional.

Sakernas Triwulanan dilaksanakan di seluruh wilayah Republik Indonesia dengan jumlah sampel setiap tiwulanan sekitar 50.000 rumah tangga, tersebar pada 5.000 blok sensus di seluruh provinsi baik di daerah perkotaan maupun perdesaan. Sakernas bulan Agustus, selain sampel triwulanan juga terdapat sampel tambahan sebanyak 15.000 blok sensus untuk estimasi hingga tingkat kabupaten/kota.

Rumah tangga korps diplomatik, rumah tangga yang tinggal baik blok sensus khusus clan rumah tangga khusus yang berada di blok sensus biasa tidak dipilih dalam sampel.

Dari setiap rumah tangga terpilih dikumpulkan keterangan mengenai keadaan umum setiap anggota rumah tangga yang mencakup nama, hubungan dengan kepala rumah tangga, jenis kelamin dan umur. Khusus untuk anggota rumah tangga yang berumur 10 tahun ke atas akan ditanyakan keterangan mengenai status perkawinan, pendidikan, pekerjaan, pengangguran dan pengalaman kerja.

b. SUSENAS (Survei Sosial Ekonomi Nasional)
Survei rumah tangga dengan tujuan menyediakan data kesejahteraan rakyat dan perkembangannya dari waktu ke waktu.
Survei tahunan dengan cakupan seluruh wilayah
Data yang dikumpulkan dalam Susenas adalah: data kor (pokok) dan data modul Kor setiap tahun hampir sama, Modul (sosial budaya & pendidikan, kesehatan dan perumahan, konsumsi) dikumpulkan setiap tahun dengan materi modul yang berbeda tiap tahunnya (setiap materi modul diulang setiap 3 tahun sekali)
Data yang dikumpulkan pada Kor mencakup: Jenis Kelamin, umur, status perkawinan, perjalanan wisata, mortalitas, fertilitas, kesehatan, pendidikan, ketenagakerjaan, perumahan dan pengeluaran.

Sedangakan data yang dikumpulkan pada Modul :

a. Sosial Budaya dan Pendidikan:
• Kesejahteraan rumah tangga
• Kesejahteraan masyarakat
• Sosial budaya
• Kecacatan dan ketelantaran
• Pendidikan formal
• Pendidikan informal/kursus-kursus
• Biaya pendidikan fo

b. Perumahan dan Kesehatan
• Status tempat tinggal
• Kondisi fisik bangunan tempat tinggal
• Fasilitas dan perlengkapan
• Kondisi lingkungan tempat tinggal
• Kesehatan penduduk
• Keterangan berobat jalan dan rawat inap formal/inform
Sumber biaya dan biaya yang dikeluarkan rumahtangga
• Kesehatan balita
• Pemberian ASI
• Keadaan ibu balita ketika mengandung
• Kebiasaan merokok
• Pelayanan kesehatan
• Pengalaman kesehatanal

c. Modul konsumsi dan pengeluaran
• Konsumsi/pengeluaran rumah tangga baik makanan dan bukan makanan
• Pendapatan
• Penerimaan
• Pengeluaran bukan konsumsi

c. SBH (Survei Biaya Hidup)
Survei Biaya Hidup adalah kegiatan pengumpulan data untuk memperoleh pola konsumsi masyarakat yang berubah secara dinamis seiring dengan perkembangan perekonomian dan berjalannya waktu.
SBH dilaksanakan 5 tahun sekali,karena dalam periode waktu tersebut pola komsumsi masyarakat dirasakan telah berubah secara signifikan. Dalam kurun dua dekade terakhir. SBH2012 dilaksanakan pada tahun 1996, 2002, 2007 dan tahun 2012. Selanjutnya yang terakhir disebut dengan SBH2012 yang dilaksanakan pada tahun 2012.

Data konsumsi masyarakat paling tidak diperlukan untuk dasar penghitungan Indeks Harga Konsumen (IHK). Persentase perubahan IHK atau yang lebih dikenal dengan inflasi/deflasi diketahui sebagai indikator yang menggambarkan perubahan biaya hidup masyarakat dari waktu ke waktu.

Sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik, Penyelenggara SBH adalah Badan Pusat Statistik (BPS).

SBH2012 dilaksanakan di 86 kota/kabupaten, yaitu 33 ibukota propinsi dan 53 kota/kabupaten yang mempunyai potensi sebagai pusat perkembangan perekonomian daerah, termasuk salah satunya adalah Kota Palangka Raya.
Jumlah responden SBH2012 sebanyak 1600 rumah tangga yang dicacah dalam tahap (triwulanan). Setiap triwulan akan dicacah sebanyak400 rumah tangga.

Pencacahan SBH2012 dilaksanakan dalam empat triwulan: Triwulan I (Januari-Maret), Triwulan II ( April-Juni), Triwulan III (Juli-September), dan Triwulan IV (Oktober-Desember).
Petugas SBH2012 adlah pegawai BPS dan mitra statistik yang telah mendapat pelatihan khusus.
Informasi yang ditanyakan dalam SBH2012 adalah pengeluaran konsumsi makanan, pengeluaran konsumsi non makanan, dan keadaan sosial demografi.
Keterangan rumahtangga bersifat rahasia dan dilindungi oleh Undang-Undang

d. Survei Pertanian Ubinan
Survei Ubinan adalah survei yang dilakukan BPS untuk mendata produktivitas (hasil per hektar) tanaman padi sawah, padi ladang, jagung, kedelai, kacang tanah, ubi kayu dan ubi jalar. Metode pengumpulan data produktivitas ini menerapkan pengukuran langsung pada plot ubinan terpilih dan metode wawancara dengan petani sampel. Informasi yang dikumpulkan dalam Survei Ubinan antara lain:

- Jenis Lahan
- Cara Penanaman
- Jenis Intensifikasi
- Jenis Varietas benih
- Banyaknya benih yang digunakan
- Banyaknya pupuk yang digunakan
- Banyaknya pestisida yang digunakan
- Informasi kualitatif terkait dengan produktivitas

e. Survei Upah Buruh.
Kebutuhan data yang lengkap, tepat waktu, dan akurat mengenai upah buruh/pekerja bagi kalangan pengguna data semakin meningkat. Untuk memenuhi hal tersebut, Badan Pusat Statistik melaksanakan Survei Upah Buruh (SUB) sejak tahun 1979/1980 dengan tujuan utama yaitu untuk memantau dengan cepat perubahan tingkat upah yang terjadi dari triwulan ke triwulan pada buruh/karyawan produksi/pelaksana berstatus lebih rendah dari pengawas/mandor/supervisor. Karena buruh dengan status itu merupakan mayoritas pekerja sehingga data yang dihasilkan diharapkan dapat menggambarkan tingkat kesejahteraan mayoritas pekerja di Indonesia. Dari setiap perusahaan terpilih dikumpulkan data mengenai keterangan umum perusahaan yang mencakup jumlah hari dan jam kerja seminggu, upah terendah dan tertinggi, keterangan karyawan perusahaan yang mencakup jumlah seluruh karyawan menurut jenis kelamin dan jumlah karyawan produksi/pelaksana lebih rendah dari pengawas/mandor/supervisor menurut status karyawan dan sistem pembayaran. Selain itu juga dikumpulkan data mengenai upah karyawan produksi lebih rendah dari pengawas/mandor/supervisor dalam satu periode pembayaran yang mencakup jumlah upah/gaji, tunjangan, upah lembur dan rata-rata upah per karyawan.

Survei Upah telah dilaksanakan BPS sejak tahun 1979/1980. Pada awal pelaksanaannya, survei ini mengumpulkan berbagai informasi tentang upah secara rinci di beberapa lapangan usaha yaitu pertambangan non migas, industri pengolahan, perhotelan, dan angkutan darat. Dalam perjalanannya terdapat kompleksitas permasalahan yang ditemukan dalam pelaksanaan lapangan dan pengolahan, diantaranya adalah kelemahan yang menyangkut ketepatan dan kecepatan data sehingga mengalami hambatan dalam hal penyajian data. Sejak tahun 1992, BPS melaksanakan SUB dengan melakukan penyederhanaan metode dan kuesioner yaitu tidak dicakupnya lagi lapangan usaha angkutan darat, jumlah perusahaan sampel diperkecil dan variabel dalam kuesioner lebih disederhanakan. Sesuai dengan kebutuhan, mulai tahun anggaran 1998/1999, BPS memperluas cakupan SUB. Perluasan tersebut dilakukan dengan menambah sampel perusahaan pada tiga lapangan usaha, yaitu perdagangan besar dan eceran, restoran, konstruksi dan pertanian (peternakan dan perikanan). Sehingga sasaran yang dicakup dalam SUB adalah lapangan usaha pertambangan non migas, industri pengolahan, perhotelan dan restoran, konstruksi, perdagangan besar dan eceran, dan pertanian (peternakan dan perikanan) di seluruh provinsi di Indonesia dengan jumlah sampel sebanyak 2.401 perusahaan. Pada tahun 2008, BPS melakukan revisi kerangka sampel dan menambah jumlah sampel SUB menjadi 3.675 perusahaan. Sasaran yang dicakup adalah perusahaan-perusahaan di lapangan usaha industri pengolahan, pertambangan non migas, perhotelan, perdagangan dan pertanian (peternakan dan perikanan). Lapangan usaha konstruksi dan restoran tidak lagi dicakup dalam SUB sejak tahun 2008.

Sensus
Kegiatan Sensus di Indonesia berdasarkan Undang-undang Statistik No. 16 tahun 1997 Pasal 8 ayat 1 ada tiga macam yang semua berulang selama sepuluh tahun sekali. Pertama, Sensus Penduduk untuk tahun yang berakhiran 0. Kegiatan ini terakhir adalah Sensus penduduk 2010 (SP2010). Kedua, Sensus Pertanian untuk tahun yang berakhiran 3. Kegiatan ini terakhir adalah Sensus Pertanian 2003 (ST2003) dan yang sedang dalam proses persiapan yaitu Sensus Pertanian 2013 (ST2013). ST2013 akan dilaksanakan serempak tahun 2013. Ketiga, Sensus Ekonomi untuk tahun yang berakhiran 6. Kegiatan ini terakhir dilaksanakan tahun 2006 (SE2006).

Berikut adalah 4 sensus yang dilakukan BPS:

a. Sensus Penduduk
Sensus Penduduk adalah cara pengumpulan data yang dilakukan melalui pencacahan seluruh penduduk yang bertempat tinggal atau berada di wilayah Republik Indonesia untuk memperoleh karakteristik penduduk pada saat tertentu.
Sensus Penduduk merupakan kegiatan besar BPS yang senantiasa dilakukan setiap sepuluh tahun sekali.Sensus Penduduk di Indonesia sudah dilaksanakan sebanyak 6 kali sejak Indonesia merdeka : 1961, 1971, 1980, 1990, 2000, dan 2010; Data yang dikumpulkan adalah data dasar Kependudukan dan merupakan dasar bagi survei-survei kependudukan lainnya.
Kegiatan ini menghasilkan Jumlah Penduduk, Karakteristik demografi dan sosial penduduk, Fertilitas/Kelahiran, Mortilitas/Kematian dan juga Keterangan Perumahan. Cakupan responden meliputi Seluruh Penduduk Indonesia. Penyajian data diharapkan sampai dengan tingkat Desa. Sedangkan pengumpulan data menggunakan metode Wawancara langsung .
Sensus Penduduk terakhir yaitu Sensus Penduduk 2010 (SP2010) yang telah dilaksanakan pada tanggal 1-31 Mei 2010.
Hasil pengolahan Angka Sementara diumumkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada pidato kenegaraan Presiden Republik Indonesia tanggal 16 Agustus 2010 di sidang paripurna DPR

b. Sensus Pertanian
Sensus pertanian adalah cara pengumpulan data yang dilakukan melalui pencacahan seluruh petani, rumah tangga pertanian, dan perusahaan pertanian di wilayah Republik Indonesia untuk memperoleh karakteristik pertanian pada saat tertentu.
Karakteristik pokok dalam sensus pertanian adalah keteranganketerangan pokok dalam sektor pertanian yang diperoleh dari hasil pencacahan terhadap seluruh petani dan perusahaan pertanian seperti luas lahan yang dikuasai, luas lahan yang diusahakan, sub sektor kegiatan, tenaga kerja yang digunakan dan sejenisnya.
Karakteristik rinci dalam sensus pertanian adalah keterangan-keterangan mengenai sektor pertanian yang lebih lengkap dan terinci yang diperoleh dari hasil pencacahan terhadap rumah tangga petani terpilih dan pengukuran obyek kegiatan statistik pertanian terpilih.
Pengukuran obyek kegiatan statistik pertanian adalah pengumpulan data yang dilakukan langsung pada obyek yang bersangkutan, misalnya untuk mendapatkan data hasil panen dilakukan dengan penimbangan hasil panen langsung dari lahan/sawah, untuk mengetahui umur hewan ternak seperti sapi didapat dari menghitung gigi hewan yang bersangkutan, dan
sebagainya.
BPS telah melakukan Sensus Pertanian sebanyak lima kali: 1963, 1973, 1983, 1993, dan 2003. Pada tahun 2013 mendatang, BPS kembali melaksanakan siklus 10 tahunan kegiatan Sensus Pertanian.

c. Sensus Ekonomi
Sensus ekonomi adalah cara pengumpulan data yang dilakukan melalui pencacahan seluruh usaha dan atau perusahaan non pertanian di wilayah republik indonesia untuk memperoleh karakteristik usaha dan atau perusahaan pada saat tertentu.
Karakteristik pokok dalam sensus ekonomi adalah keterangan-keterangan pokok kegiatan usaha yang diperoleh dari hasil pencacahan terhadap seluruh kegiatan di bidang ekonomi di luar sektor pertanian seperti produksi/omset, jumlah tenaga yang dipekerjakan, dan sejenisnya.
Karakteristik rinci dalam sensus ekonomi adalah keterangan-keterangan mengenai kegiatan usaha yang lebih lengkap dan terinci yang diperoleh dari hasil pencacahan terhadap perusahaan/unit usaha terpilih.
Sensus Ekonomi merupakan kegiatan rutin BPS yang dilaksanakan sepuluh tahun sekali pada tahun yang berakhiran 6.
Sensus Ekonomi mempunyai tujuan mengumpulkan dan menyajikan data dasar yang lengkap, rinci dan up to date tentang kegiatan ekonomi di wilayah Indonesia yang mencakup jumlah, karakteristik usaha dan kegiatan dari semua skala perusahaan/usaha yang bergerak di berbagai lapangan usaha di luar usaha pertanian.
Kegiatan pada tahun 2007 dilaksanakan Sensus Ekonomi 2006 Sensus Sampel (SE06-SS) yang merupakan kelanjutan dari kegiatan SE06. Kegiatan yang dicakup dalam SE06-SS adalah sensus untuk perusahaan/usaha berskala menengah dan besar (UMB) dan sampel untuk perusahaan/usaha berskala mikro dan kecil (UMK).
Skala usaha yang digunakan dalam Sensus Ekonomi 2006 ditetapkan menjadi empat yaitu usaha mikro, kecil, menengah dan besar. Secara umum, kriteria yang digunakan untuk mengklasifikasikan skala usaha adalah kriteria omset. Usaha mikro jika omset dibawah lima puluh (50) juta. Usaha kecil jika omset berada pada kisaran 50 juta s.d. 1 milyar. Usaha menengah jika omset berkisar 1 milyar s.d. 3 milyar. Usaha dengan omset diatas 3 milyar masuk skala usaha besar.
Secara khusus, Pengklasifikasian skala usaha di kategori industri memakai kriteria tenaga kerja. Jika tenaga kerja 1-4 orang, maka usaha mikro. Jika tenaga kerja 5-19 orang, maka usaha kecil. Jika tenaga kerja 20-99 orang, maka usaha menengah. Jika tenaga kerja lebih dari 100 orang, maka usaha besar.

d. PIPA12 (Pendataan Industri Penggilingan Padi 2012)
Untuk mendapatkan data produksi beras, BPS melakukan Pendataan Industri Penggilingan Padi tahun 2012 (PIPA12). Pendataan ini diselenggarakan untuk mendata keberadaan, penyebaran, aktivitas dan karakteristik kegiatan Industri Penggilingan Padi.

Pendekatan pendataan PIPA12 dilakukan melalui pendekatan perusahaan/usaha dan rumahtangga. Sasaran pencacahan PIPA12 adalah semua perusahaan/usaha penggilingan padi, baik yang berlokasi tetap maupun keliling.

Dari hasil kegiatan PIPA12 ini diharapkan dapat diperoleh data mengenai banyaknya gabah yang digiling, banyaknya beras yang diproduksi, banyaknya stok beras, direktori perusahaan penggilingan padi, serta berbagai karakteristik usaha lainnya.

[ratings]

0 komentar:

Satu Klik sangat berguna bagi kami, Klik ya Sobat.

Judul Widget 1

Jangan Lupa ya sebelumnya klik dahulu iklan berikut

Judul Widget 2

×

and

About Me

Foto Saya
Didit Puji Hariyanto
Lihat profil lengkapku