Rabu, 08 Mei 2013
BAB KEDUA
HADITS GHURBAH (KETERASINGAN)
Hadits keterasingan Islam dan kaum muslimin diriwayatkan dari berbagai jalan, baik yang mausul (sampai sanadnya kepada Nabi) maupun munqathi’ (yang terputus) dengan beragam lafadz dan bermacam ungkapan. Hadits-hadits tentang ghurbah telah diriwayatkan lebih dari 20 orang sahabat yang mulia, mereka adalah: Abdullah bin Umar, Abu Hurairah, Abullah bin Masud, Abu Darda’, Watsilah bin Al-Asqa’, Anas bin Malik, Abu Umamah, Sa’ad bin Abi Waqqash, Jabir bin Abdullah, Sahal bin Sa’ad As-Sa’idi, Abdurrahman bin Sanah, Sa’id Al-Khudri, Abu Musa Al-Asy’ari, Bilal bin Mirdas Al-Fizari, Bakar bin Amr Al-Mu’afiri, Abdullah bin Abbas, Salman Al-Farisi, Syuraih bin Ubaid, Abdullah bin Amr bin Al-Ash dan Amr bin Auf radhiallahu ‘anhum ajmain.
Dibawah ini kita turunkan sebagian hadits yang telah diriwayatkan oleh mereka;
“Dari Abu Hurairah r.a. ia berkata: “Rasulullah SAW bersabda: “Islam datang dalam keadaan asing, dan akan kembali asing , maka Thuba-lah (beruntunglah) bagi orang-orang yang asing”. [HR. Muslim 2/152 no.232-(145)]
“Dari Abdullah bin Umar r.a. berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Islam datang keadaan asing, dan akan kembali asing seperti semula, ia (Islam) itu berkumpul antara dua masjid, seperti ular berkumpul di di sarangnya”.[HR. Muslim 2/152 no.232-(146)]
“Dari Abdullah bin Umar r.a. berkata: Rasulullah SAW bersabda:”Sesungguhnya Islam datang keadaan asing, dan akan kembali asing seperti semula, maka Thuba-lah (beruntunglah) bagi orang-orang yang asing” dia berkata: telah dikatakan siapa ghuraba’ (orang-orang yang asing)? Beliau menjawab: “Yang dirampas dari kabilahnya”. [HR. Ibnu Majah 2/1320 no.3988, Darimi (2/211-312), Ahmad(1/398), Berkata Al Albani: Shahih, tanpa ucapan ‘berkata’ dan ‘dikatakan’]
“Dalam riwayat Abdullah bin Mas’ud r.a. dikatakan: “Siapa mereka, ya Rasulullah SAW?” Beliau menjawab: “Orang-orang yang baik, ketika manusia telah rusak.” [ HR. Abu Amr Ad-Dani di Sunan Waridah fil Fitan 1/25, Al-Ajurri di Ghuraba’ hal.21 dan yang lainnya, silahkan lihat; Silsilah Shahihah 3/267 ]
“Dari Katsir bin Abdullah bin Amr bin Auf bin Zaid bin Malhah, dari ayahnya dari kakeknya bahwa Rasulullah SAW bersabda : “Sesungguhnya agama benar-benar akan membuat benteng di Hijaz, seperti serigala yang menjadikan puncak bukit sebagai bentengnya. Dan sesungguhnya agaa ini bermula asing dan akan kembali asing, maka berbahagialah orang yang asing yang memperbaiki Sunnah yang telah dirusak oleh manusia setelahku.” [ HR. Tirmidzi no 2630 dan Abu Nu’aim di hilyah 2/10 ].
“Dari Abu Darda’, Abu Umamah, Watsilah bin Al-Asqa’ dan Anas bin Malik, bahwa Nabi berkata: “Sesungguhnya Islam datang dalam keadaan asing dan akan kembali asing, mereka berkata: “ Wahai Rasulullah, siapa orang-orang asing itu?” Beliau berkata: “Orang-orang yang shalih ketika rusak manusia, mereka tidak saling bermusuhan dalam permasalahan agama Allah, dan tidak mengkafirkandengan dosa seorangpun dari pemeluk tauhid”. [ HR. Thabrani di Mu’jamul Kabir 8/152 no.7659].
Pada suatu hari kami duduk di sebelah Rasulullah lalu beliau bersabda: “Berbahagialah orang-orang asing” dikatakan kepada beliau, “Siapa mereka, wahai Rasulullah?”, beliau menjawab: “Manusia yang shalih di lingkungan manusia yang jahat, orang yang menyelisihi mereka lebih banyak dari orang yang mentaati mereka”. [ HR. Ahmad 2/177 no.6650, Thabrani 10/259, Al-Ajurri di Al-Ghuraba’ hal.22 berkata Syu’aib Al-Arna’uth, “Hadist hasan li ghairih”]
[ratings]
Sumber :
Judul Buku : Temui Aku... di Telaga!
Penulis :Armen Halim Naro
Penerbit : Penerbit Darul Ilmi
Label:
Islam
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Satu Klik sangat berguna bagi kami, Klik ya Sobat.

0 komentar:
Posting Komentar